Lelang Bondo Deso Dari Masyarakat Untuk Masyarakat

Setiap desa memiliki agenda yang diselenggarakan secara rutin bulanan maupun tahunan. Sebagaimana kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa Bulumanis Kidul Margoyoso Pati berupa kegiatan yang dikenal sebagai “Lelang Bondo Deso”. Berdasarkan pada penggunaan kata yang berasal dari bahasa jawa lelang bondo deso dapat diartikan sebagai pelelangan harta-harta milik desa berupa petak sawah, tambak maupun tanah. Dimana sistem dalam pelelangan ini berupa hak sewa yang dimiliki oleh pemenang lelang untuk menggarap serta mengambil manfaat dengan masa yang telah ditentukan.

Pada hari Sabtu, 11 September 2021 pemerintah desa Bulumanis Kidul Margoyoso Pati telah melaksanakan kegiatan lelang bondo deso. Meski masih dalam suasana pandemi, hal ini tidak menyurutkan antusiasme masyarakat setempat untuk mengikuti kegiatan lelang bondo deso. Namun tentunya pihak pemerintah desa melaksanakan kegiatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat serta dalam pengawasan dari BABINSA setempat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berjalan lancar dengan ketentuan kewajiban menggunakan masker bagi setiap orang yang berpartisipasi dalam acara tersebut.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari kepala kecamatan Margoyoso, bapak Suristo, S. H serta bapak Susanto, S. T., M.Si selaku kepala desa Bulumanis Kidul. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta do’a. Masuk pada kegiatan inti yakni lelang bondo deso yang dipimpin oleh bapak Sukalam.

Kegiatan ini dilaksanakan secara umum dan terbuka dimana seluruh warga desa Bulumanis Kidul dapat berpartisipasi sebagai peserta lelang bondo deso. Dengan catatan berdomisili di desa setempat serta telah membayarkan biaya pendaftaran. Pada kesempatan ini terdapat 24 peserta dengan jumlah lelangan sebanyak 26. Bagi para warga pemenang lelang diwajibkan untuk membayar 50 % sebagai uang muka. Untuk kemudian melakukan pelunasan sampai dengan masa yang telah ditetapkan. Apabila tidak dapat melunasi maka akad sewa menjadi batal, dan uang muka sebesar 50 % tersebut tidak dapat ditarik sampai dilaksanakan lelang ulang. Dengan uang muka yang telah dikurangi untuk biaya pelaksanaan lelang ulang. Setiap pemenang lelang berhak untuk memanfaatkan harta lelang dengan tanpa merusak maupun merubah tanah garapan tertanggal 11 September 2021 sampai dengan 9 Oktober 2022. Hasil dari pelelangan ini nantinya akan masuk kedalam kas desa sebagai biaya oprasional guna membangun serta mengembangkan potensi desa.

 

KKN-IK KECAMATAN MARGOYOSO

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan