PEMANFAATAN KOTORAN HEWAN SEBAGAI BAHAN PUPUK BOKASHI

Beberapa permasalahan tentang lingkungan hidup telah menjadi topik dalam sebuah pembelajaran. Mulai dari jenjang SD sampai pendidikan tinggi dengan kadar yang sesuai jenjang mereka. Sustainable development goals  di Indonesia merupakan sebuah gagasan pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada masa sekarang namun juga pada generasi berikutnya. Dimana  terdapat 17 tujuan yang diharapkan tercapai pada tahun 2030. Salah satunya adalah untuk menjaga ekosistem daratan.

kehidupan manusia seringkali tergantung pada ekosistem daratan, sebagaimana kita bergantung kepada laut untuk bahan makanan dan mata pencaharian. Tanah juga menjadi salah satu penopang kehidupan manusia. Dimana dengan tumbuhan yang hidup darinya dapat menyediakan lebih dari 80% bahan makanan untuk manusia. Kita bergantung kepada hasil pertanian sebagai salah satu sumber perekonomian dan pembangunan negara.

Majunya sistem perekonomian hasil dari pertanian tentunya tak lepas dari sisi negatif dari penggunaan pupuk kimia selama proses pertanian berlangsung. Pupuk kimia dapat berdampak buruk terhadap kualitas tanah apabila digunakan terus-menerus. Lebih jauh lagi penggunaan pupuk kimia tersebut dapat memperbesar resiko terjadinya fenomena eutrofikasi akibat banyaknya endapan senyawa nitrogen dan fosfat yang dapat mengancam ekosistem.

Alternatif lain dalam penggunaan pupuk untuk kesuburan tanaman adalah dengan menggunakan pupuk organik.

Penggunaan pupuk bokashi baik berasal dari kotoran hewan maupun dari tumbuhan pada Kamis 23 September 2021 IPPNU Bulumanis Kidul telah melaksanakan kegiatan belajar bersama KKN-IK IAIN Kudus Kecamatan Margoyoso dengan tema “Pembuatan Pupuk Bokashi”.

 

Pada kesempatan ini tim KKN-IK IAIN Kudus memberikan pelatihan terhadap anggota IPPNU Bulumanis Kidul akan pembuatan pupuk yang berasal dari kotoran kambing. Kegiatan yang dilaksanakan di yayasan al-Mihrab ini disambut dengan cukup antusias oleh para peserta. Pada kegiatan ini mereka dilatih untuk menanamkan kepedulian mereka terhadap lingkungan serta dengan memanfaatkan hal-hal yang sering terbengkalai. Sebagaimana kotoran kambing kegiatan diawali dengan pemaparan dari tim KKN-IK IAIN Kudus untuk selanjutnya dilanjutkan dengan praktek secara langsung pembuatan pupuk bokashi dari kotoran kambing.

Langkah-langkah untuk membuat pupuk bokashi, yaitu:

  1. Campur air, gula merah dan EM4
  2. Rentangkan 1 karung
  3. Tuangkan kotoran hewan kambing diatas karung
  4. Tuangkan abu skam diatas karung dan aduk rata
  5. Tuangkan dedak aduk rata
  6. Kemudian setelah di campur, tuangkan campuran air gula merah dan EM4 aduk sampai tercampur rata
  7. Masukkan kedalam plastik, hindari air hujan dan sinar matahari
  8. Fermentasikan kurang lebih 7 hari

Keunggulan dari pupuk bokashi adalah pupuknya tidak berbau busuk seperti pupuk organik lain. Hal ini disebabkan oleh mikroorganisme dalam EM4 yang mempercepat fermentasi. Dengan berbagai keunggulan tersebut pupuk bokashi bisa menjadi alternatif pupuk yang ideal karena pupuk bokashi tidak sebau pupuk organik, tidak merusak tanah seperti pupuk kimia, dan bisa dibuat sendiri.

 

(KKN-IK IAIN Kudus Kecamatan Margoyoso)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan